KKN Univet 2021, Pemanfaatan Lahan Sempit Halaman Jadi Tempat Semai Benih Padi dan Sayuran Media Hidroponik

Print Friendly and PDF

Siti Fatimah saat melaksanakan program KKN pemanfaatan lahan halaman rumah untuk semai benih padi dan pelatihan tentang media tanam hidroponik.

KKN Univet 2021, Pemanfaatan Lahan Sempit Halaman Jadi Tempat Semai Benih Padi dan Sayuran Media Hidroponik 

Sukoharjo- majalahlarise.com Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia mengubah seluruh tatanan kehidupan dimasyarakat. Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor dibumi, baik dari sektor ekonomi sampai sektor kesehatan. Pemenuhan kebutuhan pangan dimasa pandemi Covid-19 merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena untuk menjaga kesehatan sangat penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. 

Pada umumnya penanaman padi dilakukan di area persawahan sama halnya dengan menyemai benih padi, begitu juga dengan menanam sayuran yang identik ditanam di tanah. Dimasa Pandemi Covid-19 seperti ini banyak petani yang tidak bisa pergi kesawah ataupun ladang. 

Siti Fatimah Mahasiswa KKN Universitas Veteran Bangun Nusantara yang sedang melaksanakan KKN mandiri dengan tema "Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa di saat Pandemi" dengan dosen pembimbing lapangan Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K melaksanakan program kerja KKN "Pemanfaatan lahan halaman rumah untuk semai benih padi dan pelatihan tentang media tanam hidroponik". Kegiatan ini dilakukan di desa Bulakrejo Rt 01/ Rw 08, Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Kegiatan ini sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan banyak tempat. Menyemai benih padi membutuhkan waktu kisaran 20-25 hari untuk sampai benih siap tanam. 

"Penebaran benih dilakukan awal bulan lalu, dan sekarang benih siap ditanam setelah 20 hari disebar. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, hal ini dilakukan bertujuan agar benih mendapatkan cukup air dan tetap segar," terang Siti Fatimah, Senin (30/8/2021).

Menyemai benih padi, selain untuk pemanfaatan lahan sempit halaman rumah bisa dijadikan untuk media tanam hidroponik dengan memanfaatkan barang-barang bekas dirumah seperti botol bekas, ember cat yang sudah tidak dipakai, dan styrofoam bekas makanan yang dibeli.  

"Saya mengajak warga untuk membuat media tanam hidroponik yang mudah dan murah dengan menggunakan menggunakan styrofoam yang dilubangi kemudian memakai botol bekas sebagai potnya," ujar Siti.

Hal ini mudah dilakukan karena hanya membutuhkan biaya yang relatif murah, selain itu, memanfaatan lahan pekarangan untuk dijadikan semai benih padi dan media tanam hidroponik memiliki banyak keuntungan lainnya diantaranya tidak membutuhkan biaya yang mahal, efektif, mudah mengendalikan hama dan mudah pindah tanamnya untuk semai benih padi. 

Menurut Siti, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada petani diluar sana agar dapat memanfaatkan lahan halaman rumah untuk dijadikan lahan semai padi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan juga dapat menciptakan peluang ekonomi untuk masyarakat dengan hasil tanam hidroponik yang bisa dijual.

Pak Saleh, pemilik lahan halaman rumah yang dijadikan semai benih padi mengaku sangat senang dalam melakukan kegiatan tersebut. Penanaman Benih padi lebih hemat daripada membeli bibit padi yang sudah siap tanam.

"Menyemai benih padi di pekarangan mudah dilakukan, hanya membutuhkan biaya murah dan mudah perawatannya, selain itu saya bisa menghemat tenaga dan waktu karena bisa mengecek dari rumah," ujarnya. (Sofyan)


Baca juga: Perkuat Karakter Religius, SD Muh PK Kottabarat Hadirkan KAFAH


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top