Pengenalan Ekonomi Kreatif dan Inovatif dalam Mengembangkan Ide Wirausaha

Print Friendly and PDF

Rusmiyati Fatonah, Mahasiswa KKN-T UNISRI 2021 melakukan sosialisasi pengenalan ekonomi kreatif dan inovatif terhadap jiwa wirausaha kepada ibu- ibu desa Setren.

 

Pengenalan Ekonomi Kreatif dan Inovatif dalam Mengembangkan Ide Wirausaha

Wonogiri- majalahlarise.com -Rusmiyati Fatonah, Mahasiswa KKN-T UNISRI 2021 MBKM “Wujudkan Desa Bangkit” kelompok 13 dengan DPL Dr. Sri Handayani, S.Pd, M.Hum melakukan sosialisasi pengenalan ekonomi kreatif dan inovatif terhadap jiwa wirausaha kepada ibu- ibu desa Setren, kecamatan  Slogohimo, kabupaten Wonogiri. Kamis (5/8/2021).

Rusmiyati Fatonah dalam keterangan tertulis menyampaikan kegiatan yang dilakukaan dilatarbelakangi seluruh masyarakat dunia sedang merasa takut dengan perkembangan dan penyebaran virus covid-19 yang angka kematiannnya cukup tinggi. Dengan adanya pembatasan sosial berskala besar hingga masa PPKM menganjurkan masyarakat agar tetap dirumah, sehingga tidak bisa mencari penghasilan terlebih yang bekerja dibayar harian, yang masyarakat terkena dampaknya. Karena mendesaknya kebutuhan pokok yang tidak dapat terpenuhi jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, keadaan tersebut mendorong masyarakat untuk tetap produktif walaupun dirumah saja. 

“Mayoritas penduduk desa Setren adalah sebagai petani dan pedagang. Potensi akan sumber daya alamnya sangat melimpah dan memberikan banyak peluang untuk dijadikan ladang usaha untuk menambah pendapatan masyarakat desa. Namun masyarakat masih belum mengetahui kemampuan dalam mengelola dan menciptakan ide usaha yang dapat dibuat dengan bahan- bahan sederhana dari hasil panen disekitar rumah,” terangnya.


Baca juga: Mahasiswa KKN-T UNISRI 2021 Beri Penyuluhan Lawan Covid-19 dengan Bijak Bersosmed

Dijelaskan, khususnya bagi kaum ibu- ibu yang memiliki waktu luang cukup banyak dirumah, hanya sebagian kecil yang dari masyarakat yang telah memanfaatkan potensi yang ada di desa tersebut.  Oleh karena itu untuk membuka wawasan masyarakat, maka pada tahap awal perlu dilakukan penyuluhan tentang pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif. Dengan penyuluhan awal ini diharapkan masyarakat dapat terbuka dan berpikir kreatif. Terlebih lagi desa tersebut merupakan daerah wisata air terjun Girimanik yang mana dengan terciptanya ide usaha tersebut dapat dijadikan sebagai oleh- oleh khas desa tersebut. 

“Saya melakukan sosialisasi mengenai bagaimana cara menciptakan ide usaha dengan menerapkan ekonomi kreatif dan inovatif kepada ibu- ibu desa Setren, agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam desa dengan baik dan mampu menambah pendapatan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi penyuluhan ini pihaknya menjelaskan ekonomi kreatif dan inovatif ini mampu merangsang kreatifitas dan inovasi baru yang berkembang sehingga mampu membantu menciptakan ide bisnis dengan memiliki nilai dan kualitas produk yang meningkat. Selain itu jika industri ini dapat berjalan dengan baik akan dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat lain. 

Baca juga: Mahasiswa KKNT MBKM Unisri Melatih Pembukuan Sederhana pada UMKM

“Saya menyampaikan salah satu sektor ekonomi kreatif yang dapat dilakukan sesuai kemampuan ibu- ibu tersebut adalah dalam bidang kuliner. Contohnya membuat produk olahan makanan ringan berupa keripik dengan inovasi rasa yang masih jarang ditemukan untuk menarik konsumen menggunakan bahan dari hasil panen seperti pisang dan  umbi- umbian,” ungkapnya. 

Kemudian, Rusmiyati Fatonah membagikan beberapa resep dan bahan yang diperlukan untuk membuat olahan tersebut, selain itu perlu dilakukan pelatihan juga agar ibu- ibu dapat menerapkan dengan benar dan hasil yang maksimal. Perkiraan besarnya modal awal dan keuntungan yang didapat agar mereka memiliki gambaran pendapatan yang didapat. 

“Untuk pengemasan masih sederhana dengan memberikan stiker sebagai tanda pengenal produk kepada konsumen. Untuk pemasarannya saya memberikan saran kepada ibu-ibu untuk memasarkan lewat media sosial seperti di grup arisan, story wa, instagram maupun didistribusikan ke toko kelontong sekitar desa Setren dan luar desa tersebut,” katanya. 

Kegiatan ini dilakukan dengan jumlah peserta terbatas agar yang tidak menimbulkan kerumunan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan tetap menggunakan masker serta menjaga jarak agar terhindar dari paparan virus covid- 19. (Sofyan) 


Baca juga: Mahasiswa KKNT Unisri Sosialisasi dan Pembagian Masker Double




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top