MENYAMBUT PTM DENGAN METODE PEMBELAJARAN MENARIK UNTUK PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PPKN

Print Friendly and PDF

MENYAMBUT PTM DENGAN METODE PEMBELAJARAN MENARIK UNTUK PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PPKN


Oleh: Arifatun Nafiah, S.Pd

Guru SMP Negeri 7 Surakarta, Jawa Tengah


Arifatun Nafiah, S.Pd


      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem  Makarim menyatakan bahwa Tahun ajaran baru satuan pendidikan diwajibkan memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas (sumber: KOMPAS.com 19/03/2021, 07.10 WIB ). Hal ini memberikan tugas yang begitu sistemik bagi sekolah untuk mempersiapkan seluruh sarana dan prasana  sekolah supaya sesuai dengan juknis protokol kesehatan masa pandemi Covid-19. 

      Pendidikan memang harus tetap berjalan meskipun di masa pandemi yang sedang kita hadapi bersama. Tak terasa sudah lebih dari satu tahun kita mengenal dengan kaget, ketakutan kemudian kini mulai bersahabat dengan situasi masa pandemi Covid ini. Pendidikan di tahun pertama pandemi terpaksa dilaksanakan dengan daring. Sudah sangat nyata dan terpampang dengan jelas kekurangan dari moda daring yang memang tidak bisa dielakkan lagi. 

      Kebijakan Menteri Pendidikan untuk tegas mengupayakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tahun pelajaran baru 2021/2022 adalah langkah bijak untuk melanjutkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Sangat terasa sekolah sudah bergerak menyiapkan sarana prasana menyambut PTM ini, bagaimana dengan guru? 

      Guru adalah ujung tombak pendidikan negara kita di lingkungan Sekolah. Maka dari itu pastilah harusnya kita sebagai Guru menyiapkan segala hal untuk PTM tahun pelajaran 2021/2022. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah metode pembelajaran yang akan kita gunakan dalam KBM (termasuk yang kita cantumkan dalam RPP), terutama pada Mata Pelajaran PPKn.

      Beberapa metode yang bisa digunakan supaya lebih mengajak siswa aktif, kreatif serta maksimal dalam upaya pendidikan karakter peserta didik yakni 

a. Membuat BUTTER (Buku Pintar tentang Karakter) melalui diskusi masalah kekinian, yakni Guru membuat buku dengan format sesuai dengan kebutuhan guru untuk menjadi saran peserta didik mencatat hasil diskusi mereka terhadap masalah kekinian. Manfaat dari penggunaan BUTTER ini adalah hasil diskusi peserta didik terbukukan, peserta didik menjadi mengerti dan kritis terhadap masalah terkini di Negaranya, hal ini sangat penting karena sebaga warga negara yang baik warga Indonesia harus kritis, tegas, sigap dan bijak dalam bertindak terhadap tantangan, hambatan, ancaman da gangguang negara kita. Pendidikan karakter ini dapat terpacu dan terpicu melalui metode pembelajaran BUTTER ini. 

b. Metode Project Based Learning melalui pembuatan video dokumenter tentang Penguatan Karakter (menjadi warga negara yang baik), model ini dijamin disukai oleh siswa karena mereka diajak untuk mencari ide sendiri tentang hal-ha yang mengajak mereka menjadi warga negara yang baik lalu mereka dokumentasikan dalam bentuk video krreatif terbaik editan mereka. Satu hal yang harus dimengerti oleh guru, bahwa penggunaan IT peserta didik kita dampak pandemi lebih ciamik dari kia sebagai guru.

c. Metode bermain peran  dengan tema Nasionalisme.

d. Metode tutor sebaya (project citizenship).

e. Metode Problem Based Learning melalui analisis film.

f. Membuat Poster mengenai cinta tanah air (HUT RI).

g. Melaksanakan program literasi "Telling History" 15 menit  sebelum jam pelajaran pertama dimulai, yakni dengan memberikan 1 nama tokoh pahlawan nasional untuk mereka cari tau biografi dan peran mereka bagi negara Indonesia. Disini mereka akan menemukan nilai-nilai yang bisa kita tiru supaya lebih menjadi generasi muda yang menjaa negara kita. Peserta didik secara bergilir membacakan hasil literasi mereka di depan kelas secara terjadwal. 

      Ketujuh metode tersebut telah dilaksanakan di SMP Negeri 7 Surakarta 1 Semester sebelum pandemi, tepatnya pada semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020. Dan terbukti peserta didik sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran PPKn dengan metode-metode pembelajaran tersebut, adapun dampak pendidikan karakter yang dirasa adalah peserta didik lebih disiplin, tanggung jawab, kreatif, mempunyai semangat kerjasama dan gotong royong.



   


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top