PROJECT BASED LEARNING PEMBUATAN ABON LELE UNTUK MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMAN 1 PRACIMANTORO

Print Friendly and PDF

PROJECT BASED LEARNING PEMBUATAN ABON LELE UNTUK MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMAN 1 PRACIMANTORO

Oleh: Ary Pujiastuti, S.Pd 

Guru PKWU SMA Negeri 1 Pracimantoro, Wonogiri

Ary Pujiastuti, S.Pd


       Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan diajarkan kepada semua siswa SMA dan SMK sebagaimana tercantum dalam kurikulum 2013. Pemberian materi ini antara lain, untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini dan merupakan langkah yang baik untuk menyiapkan lahitnya lebih banyak lagi wirausahawan di Indonesia.

       Pada struktur kurikulum 2013 Prakarya dan Kewirausahaan memiliki alokasi waktu 2 jam pelajaran (90 menit). Otomatis ini dapat membuat siswa untuk mengapresiasikan ide mereka. SMA Negeri 1 Pracimantoro merupakan sekolah yang berada di daerah pinggiran yang siswa-siswinya berasal dari masyarakat pedesaan yang masih minim sarana teknologi. Selain itu warga masyarakat sebagian besar bertani dan berternak.

       Berdasarkan kondisi di atas maka untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menerapkan model Project Based Learning bertujuan untuk memberikan pengalaman secara praktik sehingga pembelajaran yang diajarkan kepada siswa lebih mengena.         

       Menurut Made Wena (dalam Lestari, 2015:14) menyatakan bahwa model Project Based Learning adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pendidik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek merupakan suatu bentuk kerja yang memuat tugas-tugas kompleks berdasarkan pertanyaan dan permasalahan yang sangat menantang dan menuntun peserta didik untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan kesempatan peserta didik untuk bekerja secara mandiri.

       Penulis sebagai guru Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan menerapkan model Project Based Learning dalam pembuatan abon lele pada siswa kelas X SMAN 1 Pracimantoro. Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh siswa  dalam membuat abon lele meliputi, pembersihan dilakukan dengan membersihkan kotoran lele, pengukusan lele yang sudah dibersihkan selama 15 menit, kemudian dipisahkan antara duri dan dagingnya, membuat bumbu yang terdiri dari rempah-rempah yang dapat menghilangkan bau amis dan memberikan sensasi rasa gurih pada lele, proses penggorengan dan penirisan minyak sehingga abon lele siap, abon lele yang sudah siap kemudian dikemas dalam kemasan yang sudah berlabel.

    Dengan penerapan model Project Based Learning pada siswa kelas X SMAN 1 Pracimantoro dalam pembuatan abon lele hasilnya mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa. Hal ini dapat dilihat dari siswa sangat aktif dalam pembuatan abon lele sampai pada tahap penjualan produknya kepada masyarat.  Bahkan produk abon lele buatan siswa laku dijual di masyarakat. (*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top