FISIP Univet Gelar Communication Food Festival 2019

Print Friendly and PDF

Pengunjung stand saat melakukan transaksi jual beli di stand penthol huhhah. 

FISIP Univet Gelar Communication Food Festival 2019

Sukoharjo-majalahlarise.com-Program studi ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univet Bantara Sukoharjo menggelar Communication Food Festival 2019 mengadirkan produk usaha makanan dan minuman karya mahasiswa semester V. Kamis (7/11/2019) di area parkir gedung D kampus setempat.

Dosen mata kuliah kewirausahaan, Dra. Betty Gama, M.Si menerangkan kegiatan ini merupakan aplikasi atau praktik mata kuliah kewirausahaan.

"Kegiatan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa apa yang akan dilakukan ketika membuka sebuah usaha atau memasuki dunia usaha," ujarnya.

Dikatakannya, berbicara tentang kewirausahaan ketika memasuki dunia usaha ada tiga yang bisa dilakukan yakni merintis usaha baru menggunakan modal sendiri, membeli perusahaan lain, dan friendcase.

"Festival makanan ini contoh kecil memberi pengalaman bagaimana ketika merintis usaha dan berharap  bisa mengispirasi semua mahasiswa setelah lulus nanti tidak hanya berusaha mencari pekerjaan tetapi  juga berusaha membuka lapangan kerja. Seandainya ini benar-benar dilaksanakan akan memberikan nilai plus bagi mahasiswa," paparnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini juga dinilai tim juri terkait cita rasa, higienis, penampilan.  Hanya ada satu pemenang utama dari delapan kelompok mahasiswa.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP,  Haryanto, S.Sos, M.Kom dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan menyelenggarakan Communication Food Festival 2019.

"Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja keras, kerja bersama kelompok dari proses pembuatan ide gagasan sampai ekseskusi diselenggarakan bersama-sama oleh mahasiswa semester 5 kelas A maupun B menjadi delapan kelompok stand," paparnya.

Lebih lanjut, Haryanto berharap kegiatan kewirausahaan tidak berhenti pada hari ini saja tetapi dapat dilanjutkan dengan membentuk usaha bersama seperti koperasi modal patungan hasilnya bisa dibuat menjadi sisa hasil usaha dengan menyediakan space berupa etalase di Fakultas.

Salah satu mahasiswa, Fitri mengaku setiap kelompok diberi modal sebesar 200 ribu untuk pembuatan produk. "Kelompok saya membuat produk penthol huhhah dijual seharga Rp. 5.000 per cup. Semoga jualannya laris,"  katanya. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top