FBM Prihatin, Budaya Tradisi Jawa Mulai Luntur

Print Friendly and PDF

Pertemuan di kampus Unisri rencana pengukuhan FBM. (foto. Djoyo)

FBM Prihatin, Budaya Tradisi Jawa Mulai Luntur

Solo-majalahlarise.com-Sejumlah tokoh masyarakat pemerhati dan pelaku budaya Jawa yang tergabung dalam Forum Budaya Mataram (FBM) di Kota Solo prihatin atas mulai lunturnya nilai - nilai luhur adat istiadat budaya Mataram seiring derasnya pengaruh global.

Degradasi moralitas masyarakat Indonesia saat ini makin memprihatinkan. Maraknya informasi yang mengandung unsur kebohongan dan kebencian di media sosial, telah merusak akar budaya dan sejarah Nusantara.

"Banyak budaya yang adiluhung mulai terkikis oleh teknologi dan peradaban, sehingga dampaknya kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Mereka bergeser ke budaya asing,” terang Ketua FBM, BRMH Kusumo Putro, Selasa (30/7/2019).

Melalui sarasehan dan diskusi dengan melibatkan banyak tokoh,  FBM berupaya membangun kembali identitas budaya seperti budaya Jawa menjadi identitas nusantara atau identitas bangsa Indonesia. 

"Jadi, kami akan mengukuhkan berdirinya FBM sebagai benteng pertahanan budaya di Kota Solo. Rencana ini akan kami matangkan dengan melibatkan lebih banyak divisi -divisi yang ada. Ada divisi kepemudaan, lintas organisasi, sejarah dan mitologi, serta divisi lainnya," ucapnya.

Sesuai hasil pertemuan, pada Minggu (28/7/2019) kemarin di aula senat kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, acara pengukuhan menurut Kusumo akan dilaksanakan pada awal September mendatang dengan dihadiri seluruh anggota FBM yang terdiri seniman, budayawan dan tokoh masyarakat serta tamu undangan dari pejabat pemerintah se Solo Raya.

"Untuk pilihan tempat, sementara ada dua lokasi yakni, di Pendapi Gedhe Balaikota Solo atau Taman Budaya Surakarta (TBS). Namun keputusannya itu akan kami tentukan melalui pertemuan berikutnya," sebut Kusumo.

Setidaknya dalam acara pengukuhan nanti, beberapa kesenian yang berakar dari budaya keraton nusantara disebutkan akan ditampikan. Selain sebagai hiburan, sekaligus juga sebagai wujud nyata komitmen FBM dalam melestarikan budaya.

Sejauh ini, FBM sudah menjalin komunikasi dengan banyak pihak, diantaranya dengan menggandeng Wakil Rektor III Unisri Solo Sutoyo mewakili akademisi, kemudian dari kalangan keraton, ada GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat, dan tak ketinggalan  dari Kantor Balai Cagar Budaya.

"Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran sudah tentu kami undang. Karena FBM ini berdiri tidak lepas dari tujuannya untuk melestarikan budaya dari keraton - keraton tersebut. Termasuk didalamnya Keraton Jogya. Dan perlu kami tegaskan bahwa FBM ini tidak ada kaitannya dengan politik serta tidak berafiliasi dengan keraton manapun," tandasnya. (Djoyo/ Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top