Kuliah Pakar Eksistensi Media Cetak Di Era Digital FISIP Univet Bantara Sukoharjo

Print Friendly and PDF

Narasumber Pimred Solopos, Suwarmin memaparkan keberadaan koran saat ini diera digital. 

Media Boleh Berubah Tapi Konten Tidak Mati

Sukoharjo-majalahlarise.com-Prodi Ilmu Komunikasi FISIP  Univet Bantara Sukoharjo menyelenggarakan Kuliah Pakar Eksistensi Media Cetak Di Era Digital dengan menghadirkan pakar media, Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin dan General Manager Timlonet, Ari Kristyono. Diikuti mahasiswa semester dua, empat dan enam serta mahasiswa Prodi Bahasa Inggris. Kamis (2/5/2019)
Gedung H Lantai 3 Kampus setempat.

Dekan FISIP Univet, Drs. Joko Suryono, M.Si  mengatakan tujuan kuliah pakar ini memberikan wawasan kepada mahasiswa khususnya ilmu jurnalistik. Mengadirkan narasumber yang tidak diragukan lagi kepakarannya sudah berpuluh tahun menjadi jurnalis.

"Pak Ari sejak mahasiswa sudah menjadi wartawan di Wawasan dan sekarang mengelola timlonet. Sedangkan pak Suwarmin juga malang melintang di dunia jurnalistik sekarang memimpin redaksi Solopos. Hadirnya dua pembicara ini menambah ketrampilan, pengetahuan dan ilmu," terangnya.

Dalam pembukaan acara, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid, WM, MP menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah menyelenggarakan kuliah pakar. Kuliah yang diselenggarakan program studi kalau tidak dipoles tidak dilengkapi dengan kuliah dari orang-orang yang terjun langsung di dunia ilmu komunikasi akan terjadi ketidakcocokan. Jika ini terjadi mahasiswa ketika lulus akan kaget ternyata untuk kebutuhan di masyarakat terlalu berbeda dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah.

"Inilah perubahan era distrubsi yang perubahannya sangat cepat, sangat prontal dan membuat orang terkaget-kaget. Maka mahasiswa disiapkan untuk mengetahui perkembangan terkini kepakaran apa yang dibutuhkan sehingga ketika lulus tidak terlalu kaget dan siap mengadapi era tersebut," ungkapnya.

Untuk tahu dan memprediksi yang akan datang seperti apa dibutuhkan pendalaman ilmu dari orang-orang yang berkecimpung langsung. Terlebih media cetak yang saat ini oplah bersaing dengan media online. Kalau tidak bisa antisipasi lama-lama langganan berkurang.

"Apa yang harus diantisipasi dan bisa diperbuat maka muncul versi online. Maka antisipasi selalu beriringan dengan perkembangan zaman," katanya.

Dalam pemaparan materi, Pimred Solopos, Suwarmin menceritakan perkembangan media cetak yang dipimpinnya bersaing dengan media yang saat ini berkembang. Terlebih kehadiran teknologi bisa dikatakan berkah maupun musibah.

"Solopos mengikuti perubahan yang terjadi untuk tetap bisa bertahan dengan menjadi media konfergensi dan hybrid media. Selain itu keberadaan koran sebagai media cetak masih eksis ini dikarenakan kelebihan media cetak yaitu bobot jurnalistik media cetak lebih besar dari pada media lain, karena jurnalis  media bekerja melalui liputan, dan pendalaman data dan proses editing lebih berjenjang sehingga akurasi dan kredibilitas masih terjaga," jelasnya.

Sementara itu, General Manager Timlonet, Ari Kristyono menerangkan suatu fakta yang terjadi saat ini banyak koran, majalah, tabloid gulung tikar termasuk media-media besar yang pernah berjaya. Tidak ada lahir koran baru dalam dekade terakhir hal ini disebabkan terjadi pergeseran minat baca masyarakat beralih ke media digital. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top