Pelatihan Menulis Buku SAGUSAKU Angkatan 2 IGI Kabupaten Wonogiri

Print Friendly and PDF

Peserta penulisan buku SAGUSAKU angkatan 2 IGI Kabupaten Wonogiri

Satria Darma Founder IGI memberikan kenang-kenangan buku kepada Dr. Sri Mulyati, M.Pd Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri

Founder IGI, Pengurus IGI Kab. Wonogiri dan Jajaran Disdikbud Kab. Wonogiri saat foto bersama 
Pelatihan Penulisan Buku SAGUSAKU Angkatan 2 IGI Kabupaten Wonogiri

Wonogiri-majalahlarise.com-Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai organisasi profesi guru berupaya  memajukan kemampuan literasi produktif guru-guru di Kabupaten Wonogiri melalui pelatihan penulisan buku pendidikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan penulisan buku pendidikan, menumbuhkan semangat dan motivasi bagi guru dalam berinovasi sebagai bagian dalam upaya pengembangan keprofesian berkelanjutan.
     Kegiatan bertajuk Satu Guru Satu Guru (SAGUSAKU) angkatan 2 ini diikuti 158 peserta terdiri dari 23 guru TK, 99 Guru SD, 27 guru SMP/MTs, 7 guru SMA/SMK, dan 2 Pengawas TK/SD. Bertempat di Rumah Makan Alami Sayang 2, Rabu-Sabtu (27-30/12).
     Menghadirkan narasumber Dr. Yunus Abidin, M.Pd dari Dosen UPI Bandung yang sekaligus juri Diseminasi Literasi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Satria Darma, Fasilitator sekaligus Founder Ikatan Guru Indonesia Penggiat Literasi Indonesia. Noerbadriyah, M.Pd Ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat. Drs. Sri Mulyati, M.Pd Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri.
     Ketua Panitia, Lilik Prihatmoko, S.Pd mengatakan hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini membuka kesempatan guru untuk mengembangkan kreatifitas dan menuliskan menjadi sebuah buku. Guru dapat menulis buku pendidikan untuk kegiatan literasi dengan maksimal dan menumbuhkan mindset guru untuk terus mengembangkan kompetensi.
     “Pada bulan Februari 2018 naskah buku dari peserta pelatihan telah selesai dan siap diterbitkan sehingga pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 siap diluncurkan. Metode pelatihan ini bersistem tatap muka dan pembimbingan online. Penyajian pelatihan ini disampaikan dengan metode ceramah, praktik terbimbing, dan praktik mandiri. Peserta dinyatakan lulus apabila telah berhasil menyelesaikan tugas minimal berupa draf buku,” terangnya.
     Kepala Disdikbud Kabupaten Wonogiri, Drs. Siswanto, M.Pd diwakili Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri Dr. Sri Mulyati, M.Pd dalam sambutan menyampaikan perkembangan teknologi informasi di negeri ini tidak bisa dibendung terlebih penggunaan handphone. Di sekolah sudah diterapkan siswa tidak boleh membawa handphone. Namun pihaknya masih berfikir bagaimana dunia pendidikan dapat memanfaatkan handphone digunakan secara positif dalam mendukung proses pembelajaran.
     “Handphone yang semula menjadi hal yang menakutkan menjadi suatu peluang yang sangat positif bagi guru dan anak didik diawali dari literasi elektronik maupun literasi buku,” ungkapnya.
     Pihaknya menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri mendukung kegiatan SAGUSAKU telah mewadahi hasil karya guru melalui pameran karya buku dan karya inovasi guru pada peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 Kabupaten Wonogiri.
     “Kami mewadahi rekan-rekan IGI ingin meningkatkan kompetensi guru dengan mandiri. Mendorong GTT untuk berkarya dan berinovasi sebab pemerintah memperjuangkan GTT per Januari 2017 mendapatkan 500 ribu per bulan. Jangan lupa pamer hasil karya, pamer hasil kerja,” jelasnya.
     Sementara itu, Fasilitator sekaligus Founder Ikatan Guru Indonesia Penggiat Literasi Indonesia, Satya Darma mengatakan program utama IGI menggagas gerakan literasi nasional dan menginginkan guru menjadi pelopor untuk menggerakan literasi siswanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Negara kita sangat tertinggal dibidang litarasi. Salah satu upaya gerakan litarasi guru untuk membaca maupun menulis dilanjutkan kepada siswanya.
     “Guru ini mulai kita ajari bagaimana dia menulis, bagaimana dia membaca, bagaimana memanfaatkan buku bacaan untuk sekolah kemudian menjadikan produk. Siswa pun demikian. Kita berharap Wonogiri bisa menjadi pelopor program festival literasi Wonogiri 2018. Dalam jangka waktu enam bulan kita membuat prestasi semua siswa kita dorong untuk membaca sebanyak mungkin. kita bikin rekor,” tuturnya. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top