Pelatihan SAPTO Mudahkan Perguruan Tinggi Raih Akreditasi

Print Friendly and PDF

Narasumber dari tim Akreditasi saat menyampaikan materi sistem akreditasi online (SAPTO)
Pelatihan SAPTO Mudahkan Perguruan Tinggi Raih Akreditasi

Surabaya-majalahlarise.com-Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT) mengeluarkan aturan baru tentang sistem akreditasi secara online. Kebijakan yang sudah berlaku sejak bulan Juni 2017, dikenal dengan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO). Adanya SAPTO ini merupakan sistem yang dikembangkan oleh BAN-PT untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses akreditasi perguruan tinggi di Indonesia. Sistem online ini termasuk hal baru sehingga belum familiar di setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
     Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat I Wilayah VII menginisiasi untuk membantu perguruan tinggi dengan cara melakukan Pelatihan Pengisian Akreditasi berbasis SAPTO. Bertempat di Kampus 1 STIE Perbanas Surabaya. Rabu (11/10/2017).
     Pelatihan ini diikuti oleh belasan perguruan tinggi Swasta di wilayah Jawa Timur. Sedikitnya ada 19 perguuruan tinggi yang ikut dalam kegitan ini, antara lain: IKIP Widya Dharma Surabaya, STKIP PGRI Ngawi, STIE Muhammadiyah Tuban, STIE Mandala, Universitas Narotama Surabaya, STIE Perbanas Surabaya, STIE Nahdatul Ulama Gresik, dan lainnya.
     Dalam rilis yang diterima majalahlarise.com, Sekretaris APTISI Wilayah VII Komisariat I, Dr. Lutfi, M.Fin., menuturkan banyak perguruan tinggi belum siap dengan akreditasi berbasis SAPTO.       “Kami menginisiasi untuk mengadakan pelatihan ini dalam rangka membantu perguruan tinggi dalam pengisian borang secara online. Akhirnya kami putuskan untuk memilih tempat pelatihan di STIE Perbanas Surabaya dan Ciputra,” paparnya.
     Ketua STIE Perbanas Surabaya ini bercerita program studi Sarjana Ekonomi Islam (saat ini Ekonomi Syariah) telah berhasil melakukan akreditasi program studi secara online menggunakan SAPTO. Berangkat dari keberhasilan ini, pihak STIE Perbanas Surabaya berbagi dengan berbagai perguruan tinggi.
     “Hari ini, harapan kita adalah STIE Perbanas Surabaya ingin berbagi dengan berbagai perguruan tinggi lain agar kendala yang dihadapi bisa dikurangi. Jadi, yang dahulu belum mengerti cara memasukkan dalam program Excel, kemudian Excel ke SAPTO ini bisa dikurangi kendalanya sehingga memudahkan dalam pengisian akreditasi online,” imbuhnya.
      Narasumber yang dihadirkan adalah Ketua tim Akreditasi Program studi Sarjana Ekonomi Syariah dan sekaligus Wakil Ketua Bidang Akademik STIE Perbanas Surabaya, Dr. Drs. Emmanuel Kristijadi, MM dan Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah, Dr. Dra. Ec. Wiwik Lestari, M.Si. Kedua narasumber ini berbagi pengalaman ketika melakukan pengisian borang di program SAPTO sehingga berhasil meraih akreditasi B (Baik) meski belum 2 tahun. Oleh karena itu, kendala yang dihadapi saat melakukan akreditasi program studi ini nantinya tidak terulang oleh perguruan tinggi lain.
     Target yang dicapai, peserta perguruan tinggi yang ingin melakukan akreditasi tahun ini dengan sistem SAPTO nantinya tahu terkait data dan proses pengisian yang bagus. Selain itu, mereka bisa lebih siap dalam menyiapkan data kualitatif yang bersifat naratif dan kombinasi berupa data kuantitatif maupun kualitatif yang disusun agar menjadi borang yang bagus.
    ”Targetnya, mereka dapat mengisi dan menyusun borang. Kemudian nanti bagaimana terkait isi borang itu bukan tanggung jawab kami, melainkan tanggung jawab perguruan tinggi masing-masing. Kami tidak masuk ke ranah yang bersifat subtansi, namun dari sisi teknis saja,” jelasnya.
    Salah satu peserta pelatihan, Drs. Wikanso, M.Pd., merasa pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat perguruan tingginya saat ini akan melakukan proses akreditasi. “Pelatihan yang diberikan instruktur ini sangat jelas dan detail, jadi harapannya ke depan integrasi data antara PDDIKTI dan SAPTO ini dapat memudahkan dalam pengecekan data,” harapnya. (Eko/Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top